PURUK CAHU, RuangBorneo.com – Beragam kebutuhan pembangunan disampaikan masyarakat Kecamatan Tanah Siang, Kabupaten Murung Raya, saat legislator setempat, Bebie, melaksanakan kegiatan reses di sejumlah wilayah.
Reses tersebut mencakup Desa Konut, Desa Sungai Lunuk, Desa Karali hingga Kelurahan Saripoi. Kegiatan dihadiri unsur pemerintahan desa dan kelurahan, anggota BPD, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta kepala sekolah tingkat SD dan SMP.
Di Desa Konut, masyarakat menyampaikan sejumlah kebutuhan yang dinilai menjadi prioritas. Di antaranya kelanjutan pembangunan Gereja Katolik dan Gereja GKE, pembangunan Gedung Olahraga (GOR) pada lahan yang telah tersedia, serta pengerjaan jalan dari Gang Pondan menuju Simpang Dupal.
Aspirasi lainnya berkaitan dengan sektor pertanian, berupa bantuan peralatan serta bibit durian dan lengkeng untuk kelompok tani. Warga juga mengusulkan penataan area parkir dan penambahan komputer di Puskesmas Konut.
Pada bidang pendidikan, masyarakat mengusulkan perbaikan sejumlah fasilitas, seperti rehabilitasi atap, pembangunan pagar beton, pengadaan komputer, penyediaan air bersih dan meubeler untuk SDN Konut serta SMP 2 Tanah Siang.
Sementara di Desa Sungai Lunuk, aspirasi masyarakat lebih banyak berkaitan dengan akses jalan, fasilitas air bersih, perumahan dan pelayanan kesehatan.
Usulan yang disampaikan antara lain kelanjutan pengecoran jalan dari kawasan SMK menuju kuburan dan akses menuju Tahujan Ontu. Masyarakat juga mengharapkan rehabilitasi sarana air bersih, pengecoran Gang Mukut serta keberlanjutan program bedah rumah bagi warga yang menempati rumah tidak layak huni.
Untuk mendukung sektor pertanian, warga mengusulkan bantuan peralatan dan bibit. Selain itu, terdapat kebutuhan pembangunan jembatan menuju kuburan serta penataan halaman dan pengadaan meubeler bagi Pustu Sungai Lunuk.
Berbeda dengan dua wilayah sebelumnya, masyarakat Desa Karali lebih menyoroti pemenuhan sarana dasar dan fasilitas pendukung di lingkungan desa.
Salah satu kebutuhan yang disampaikan adalah penyediaan air bersih yang dapat dialirkan langsung ke rumah warga melalui pembangunan sumur bor. Warga juga mengusulkan penimbunan bahu jalan di kedua sisi serta pembangunan rumah dinas untuk SMP Karali.
Fasilitas pelayanan kesehatan juga menjadi perhatian. Masyarakat mengusulkan rehabilitasi dan pengadaan meubeler Pustu Karali. Selain itu, terdapat usulan pengecoran sejumlah gang dan pembangunan fasilitas olahraga bola voli, termasuk net serta pengecoran lapangan.
Di Kelurahan Saripoi, sejumlah persoalan infrastruktur dan pelayanan lingkungan menjadi aspirasi utama warga.
Masyarakat meminta penanganan terhadap dua unit Jembatan Duhuan, pengadaan tempat sampah di setiap RT berikut kendaraan pengangkut sampah, serta rehabilitasi jaringan air bersih di RT 2 dan RT 3.
Warga juga mengusulkan percepatan masuknya jaringan listrik PLN ke wilayah Dahuan. Di sektor pertanian, masyarakat meminta dukungan berupa bibit dan pupuk untuk kelompok tani.
Selain itu, terdapat usulan pembangunan turap, penataan halaman Balai Basarah dan kelanjutan pengecoran jalan menuju Puruk Kolompai.
Persoalan lain yang menjadi perhatian warga Saripoi adalah aktivitas kendaraan berat milik perusahaan yang melintas di jalan umum. Masyarakat meminta agar kendaraan berukuran besar, termasuk truk tangki berkapasitas 10 ribu liter, tidak menggunakan jalur tersebut.
Menurut aspirasi yang disampaikan warga, keberadaan kendaraan berat dikhawatirkan membahayakan pengguna jalan, mempercepat kerusakan infrastruktur dan meningkatkan risiko longsor di sejumlah ruas yang memiliki kondisi curam dan rawan.
Bebie mengatakan seluruh aspirasi yang diperoleh selama kegiatan reses akan menjadi bahan untuk diperjuangkan melalui lembaga legislatif sesuai kewenangan dan proses pembahasan yang berlaku.
Ia menegaskan, penyampaian aspirasi melalui reses menjadi bagian penting dalam menjaring kebutuhan masyarakat di wilayah yang menjadi daerah pemilihannya.








