Sebanyak 50 lapak pedagang yang berada di bagian depan bangunan Pasar Pelita Hilir dibongkar pada Senin. Proses tersebut dilakukan bersama para pedagang dengan pendampingan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Kepala Diskop UKM Perindag Murung Raya Roy Chahyadi melalui Kepala Bidang Pengelolaan Pasar, Elton Devisco, mengatakan pembongkaran tersebut merupakan bagian dari persiapan penataan kawasan pasar.
Menurutnya, bangunan Pasar Pelita Hilir juga direncanakan untuk dibongkar dalam waktu dekat sehingga area di sekitarnya perlu dikosongkan secara bertahap.
Elton menjelaskan, para pedagang turut membongkar lapak mereka secara mandiri dengan mendapat bantuan dari personel Satpol PP. Langkah tersebut menjadi tahap awal sebelum proses penataan kawasan dilanjutkan.
Dari 50 lapak yang dibongkar, para pedagang kemudian dipindahkan ke lokasi lain yang masih berada di sekitar kawasan tersebut. Pelaksanaan pembongkaran berlangsung tertib dan berjalan tanpa kendala.
Terkait keberlangsungan aktivitas perdagangan, pemerintah daerah telah menyiapkan lokasi usaha bagi para pedagang yang terdampak relokasi.
Sebelumnya, pemerintah telah menawarkan bangunan Pasar Beriwit yang berada di kawasan hulu. Namun, para pedagang tidak memilih lokasi tersebut dan lebih memilih tempat sementara di kawasan hilir, tepatnya di depan Kompi C.
Penataan juga akan menyasar sejumlah titik lain yang masih terdapat lapak pedagang. Di antaranya kawasan jalan dari Pasar Pelita Hilir menuju Toko Haji Lian yang dihuni 16 pedagang, depan Langgar Hasnur Falah sebanyak 13 lapak, area depan ATM sebanyak tujuh pedagang, serta depan Kelurahan Beriwit sebanyak sembilan lapak.
Elton berharap para pedagang dapat mengikuti kebijakan penataan dan relokasi sementara yang dilakukan pemerintah. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kepentingan bersama, terutama aspek keselamatan dan kenyamanan di kawasan pasar.(Red)






